Jumat, 12 Oktober 2012

Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)

Sejarah ilmu komputer dimulai jauh sebelum disiplin modern ilmu komputer yang muncul pada abad ke-20, dan mengisyaratkan pada abad-abad sebelumnya. Perkembangan, dari penemuan mekanik dan matematika teori terhadap konsep-konsep modern dan mesin, membentuk bidang akademis utama dan dasar dari industri di seluruh dunia besar.
Menurut Umar (2005) model sistem informasi berbasis komputer (computer based information system-CBIS) telah menjadi suatu pilihan terbaik dalam pengolahan data. Suatu model CBIS sebenarnya mengacu pada evolusi sistem informasi berbasiskan computer yang tahapannya memperlihatkan perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan.
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM (sistem informasi manajeman) menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
Bahan terbaru pada perangkat keras, perangkat lunak, database, telekomunikasi, dan internet telah dimasukkan. Contoh baru tentang bagaimana organisasi menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk keuntungan mereka. Telah diperkenalkan pada bagian sistem informasi berbasis komputer untuk memberikan siswa pemahaman yang lebih baik dari komponen-komponen penting. Bagi banyak orang yang tidak sangat akrab dengan komputer dan manajemen, setiap sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu MIS.
Usaha awal untuk menerapkan komputer didalam area bisnis difokuskan pada data. Konsep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen ini dikembangkan oleh perusahaan komputer untuk melengkapi peralatan tambahan.
Sebagai sistem informasi berbasis komputer berkembang, mereka menantang konsep tradisional yang tercermin dalam kebijakan hukum dan peraturan. Integrasi teknologi komputer dan komunikasi menciptakan sistem yang batas silang antara bangsa-bangsa, negara, dan organisasi.
Sistem informasi tidak selamanya selalu berkaitan atau berbasis dengan komputer. Hanya saja dengan berkembangnya teknologi terutama komputer maka membuat sistem informasi didukung oleh komputer sehingga sistem Informasi lebih sering disebut sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer memiliki 6 bagian antara lain: Hardware, Software, Data/Informasi, Prosedur Kerja, Komunikasi dan Orang. Sehingga Sistem Informasi bersifat modifikatif terhadap kebutuhan organisasi.
Prosedur, yakni tata cara yang meliputi strategi, kebijakan, metode, dan peraturan dalam menggunakan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi yang terdiri dari komponen-komponen diatas disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block) ,blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), dan blok kendali ( control block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk membentuk satu kesatuan dalam mencapai tujuan.
Sistem informasi berbasis komputer dirancang untuk memberikan akses kepada manajer senior untuk informasi yang relevan atau kegiatan manajemennya, mendefinisikan sebagai "sebuah sistem, pelacakan terstruktur otomatis yang beroperasi terus menerus untuk mengikuti perkembangan manajemen.
Sistem Informasi berbasis komputer memiliki arti bahwa komputer mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer didalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer.
Computer based information system-CBIS merupakan sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer. Berbasis komputer artinya perancang sistem informasi harus mengerti komputer dan mampu menggunakannya untuk pengolahan informasi karena perancang akan merancang sebuah manajemen sistem informasi yang akan digunakan dengan menggunakan program komputer.
Sistem informasi berbasis computer akan memudahkan control sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan dapat ditekan. Sistem berbasis computer lebih efisien karena dokumentasi akan dilakukan secara otomatis. Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.
Berdasarkan  uraian diatas dapat diberi kesimpulan bahwa sstem informasi berbasis komputer atau CBIS merupakan sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer. Sistem informasi berbasis komputer dirancang untuk memberikan akses kepada manajer senior untuk informasi yang relevan atau kegiatan manajemennya. Sistem Informasi berbasis komputer memiliki arti bahwa komputer mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi.

Sumber :
1. Umar, H. (2002). Evaluasi Kinerja Perusahaan. Jakarta : Penerbit Gramedia
2. http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_computer_science
3. http://dianaqukecillucu.blogspot.com/2010/05/sistem-informasi-berbasis-komputer.html 
4. Reynolds, G. W. (2009). Principles of Information Systems. USA : Thomson
5. Oz, E. (2008). Management Information Systems. USA : Thomson
6. Superintendent of Document. Computer-based national information systems : technology and public policy issues 
7. http://puputmbul.blogspot.com/2011/02/konsep-sistem-informasi.html 
8. Issues & Trends of Information Technology Management in Contemporary Organizations 9. 9.Laudon, J. P. (2008). Sistem Informasi Manajemen 2 (ed.10). Jakarta : Penerbit Salemba Empat 
10. http://marshafransisca.blogspot.com/2011/10/pengantar-sistem-informasi-berbasis.html  
 11. http://heyrajut.blogspot.com/2011/11/pengantar-sistem-informasi-berbasis.html 
12. Gaol, L. J. (2010). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Penerbit Grasindo
13. Fatta, A. H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit Andi

14. http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html

15. http://deryfirmansyah09.blogspot.com/2011/12/bab-7-sistem-informasi-berbasis.html



Jumat, 05 Oktober 2012

Arsitektur komputer dan kognisi manusia

Nama : Otavia Setyawati
Npm : 10509056
Kelas : 4 PA05
 
Menurut McLeod (2007) Ketika seseorang memikirkan komputer, mereka seringkali memikirkan sekumpulan prosesor komputer dan alat-alat input dan output. Komputer mainframe terbesar dan personal komputer memiliki arsitektur yang serupa. Dalam sudut pandang lunak, pada dasarnya arsitektur memuat aspek-aspek statis dan dinamis perangkat lunak yang bersangkutan. Arsitektur sistem mencerminkan ‘kebutuhan dan harapan pengguna’ yang terlihat dengan jelas pada definisi use case, seperti arsitektur komputer yang digunakan.
Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut – atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Arsitektur komputer adalah suatu sistem yang dapat beradaptasi sendiri serta strukturnya yang dapat mengorganisasikan sendiri. Merupakan suatu bentuk berupa desain CPU, sistem memori, sistem I/O, multiprosesor dan network komputer.
Setiap hal yang dikerjakan CPU dibagi menjadi beberapa langkah yang sederhana serta berurutan. Osilator clock membangkitkan clock CPU yang digunakan dalam langkah (step) kerja CPU dalam urutan perkerjaannya. Karena clock CPU ini sangat cepat untuk ukuran manusia, sehingga yang terlihat bahwa CPU bekerja secara langsung dan cepat.
Arsitektur komputer adalah sebuah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer merupakan rencana dari kebutuhan pada bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Arsitektur komputer dapat bertahan bertahun-tahun tetapi organisasi komputer dapat berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Pabrik komputer memproduksi sekelompok model komputer, yang memiliki arsitektur sama namun berbeda dari segi organisasi yang mengakibatkan harga dan karakteristik kerja yang berbeda. Komputer memiliki susunan beberapa perangkat sebagai penggeraknya dan sering dikatakan sebagai suatu skema komputer (computer schematic). Skema ini dibentuk sejak awal permulaan komputer.
Para ilmuwan bisa menciptakan program komputer yang mampu memecahkan beberapa masalah dengan metode yang sama dan digunakan oleh manusia. Kajian ini seolah menggambarkan aktivitas kognitif manusia yang selama ini tidak pernah berhasil dipecahkan oleh kajian lainnya (Taufiq, 2006).
Komputer tidak mempunyai pengetahuan kognitif manusia untuk menyesuaikan hal-hal yang konkret dengan namanya, dan menghilangkan kontradiksi apakah nama tersebut sesuai atau tidak.
Menurut Santoso (2009) bakat kognitif manusia mencakup berbagai kemampuan yang luas. Perancangan interaksi harus mempertimbangkan berbagai faktor kognitif, lingkungan komputasi mempengaruhi daya penalaran seseorang. Perancang sistem komputer harus memperhatikan berbagai isu yang menyangkut adanya perbedaan dinamika kognitif dan lingkungan.
Kognisi merupakan kepercayaan seseorang terhadap sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir tentang seseorang atau sesuatu. Kapasitas atau kemampuan biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Gejala kognisi meliputi, pengamatan aktivitas yang dilakukan seseorang terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan suatu pengetahuan dan gagasan yang sudah dapat diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.
Yang penting dalam hal ini adalah bagaimana orang belajar, mengerti dan mengingat suatu informasi, dan mengapa beberapa orang dapat melakukan dengan baik dan yang lainnya tidak. Bagaimana orang dewasa dapat mengingat informasi verbal dan anak-anak bias memahami cerita-cerita. Mereka lebih berminat dalam bentuk belajar pada manusia yang mampu mengemukakan alas an dan menyelesaikan masalah.
Manusia memperoleh bahasa berdasarkan pada pembelajaran yang didapat dari orang-orang sekitar. Sementara teori kognitif percaya bahwa bahasa merupakan bagian subordinat dari perkembangan kognitif yang terlebih dahulu bergantung pada penguasaan berbagai konsep (Nasanius, 2007).
Berdasarkan uraian diatas dapat diberi kesimpulan mengenai arsitektur komputer dan kognisi manusia bahwa arsitektur komputer berkaitan dengan atribut – atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Perancang sistem komputer harus memperhatikan berbagai isu yang menyangkut adanya perbedaan dinamika kognitif dan lingkungan. Kognisi merupakan kepercayaan seseorang terhadap sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir tentang seseorang atau sesuatu. Yang penting dalam hal ini adalah bagaimana orang belajar, mengerti dan mengingat suatu informasi, dan mengapa beberapa orang dapat melakukan dengan baik dan yang lainnya tidak.

Sumber : 
      1.   Mcleod. (2008). Sistem Informasi Manajemen (ed.10). Jakarta : Penerbit Salemba Empat
2          2.   Nugroho, A. (2010). Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan Metode USDP.  Yogyakarta : Penerbit Andi
3          3.   Gaol, L. J. (2010). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Penerbit Grasindo
            4.   mti.ugm.ac.id/~yudha/ORKOM/PERTEMUAN%201.ppt
1          5.      http://arsitektur-komputer.blogspot.com/
6.   http://elenin-salmanal-farisi.blogspot.com/2012/03/dalam-bidang-teknik-komputer-arsitektur.htm 
 7.  http://www.scribd.com/doc/34517583/Makalah-Arsitektur-Komputer 
 8. http://tetti-ekadharma.blogspot.com/2008/11/makalah-arsitektur-komputer-pendahuluan.html
 9. Taufiq, I. M. (2006). Panduan Lengkap dan Praktis Psikologi Islam. Jakarta : Penerbit Gema Insani Press
10. Santoso, I. (2009). Interaksi Manusia dan Komputer Edisi 2. Yogyakarta : Penerbit Andi
11. Syahrur, M. (1994). Tirani Islam: genealogi masyarakat dan negara. Yogyakarta : Penerbit LKis
            12. Djiwandon.S. E. W. (2009). Psikologi Pendidikan (Rev-2). Jakarta : Penerbit Grasindo  
13. http://kk.mercubuana.ac.id/files/61005-2-357171911404.pdf
14. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/07/apa-itu-kognisi-konasi-emosi-gejala-campuran-dan-belajar-serta-berpikir/ 
15.Nasanius, Y. (2007). PELBBA 18: Pertemuan Linguistik Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya : 18. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Pusat Kajian Bahasa dan Budaya